BONE  

Oknum LSM Yang Diduga Peras Pengecer Pupuk di Bone Resmi dilaporkan Polisi

LISTINGNUSANTARA.COM,BONE-  Darwis (45) Warga Desa Pude Kecamatan Kajuara yang merupakan pengecer pupuk yang menjadi korban pemerasan oleh oknum LSM dan Wartawan, melaporkan oknum tersebut ke Polres Bone,Rabu 03/06/ 2025.

Saat diwawancarai awak media Korban menjelaskan terkait dugaan pemerasan yang dialaminya, dimana oknum LSM tersebut mendapatkan anggota kami sedang memuat pupuk subsidi dan non subsidi (bercampur) untuk diantarkan ke petani, dengan dasar itu menganggap yang dilakukan itu melanggar sebagai pengecer pupuk subsidi.

“Hingga dengan kesalahan itu Oknum LSM yang beranggotakan 4 orang mengancam melaporkan serta meminta sejumlah uang agar masalah ini tidak sampai ke ranah hukum atau diviralkan.” Ungkapnya.

Dengan beranggotakan 4 orang oknum LSM tersebut 2 orang masuk ke rumah dan 2 lainnya menunggu di luar rumah dan saya serahkan uang 5 juta rupiah yang sebelumnya mereka minta 10 juta Rupiah.

Baca juga:  Pemuda Mabuk Di Bone Bikin Onar, Ancam Pengendara Dengan Tombak dan Parang

“Awak media memperlihatkan foto oknum LSM tersebut di kamera HP,  Darwis membenarkan bahwa salah satu dari 4 orang tersebut menunjukkan bahwa benar itu orangnya.” Tambahnya

Senada,Suradi yang juga merupakan korban menceritakan bahwa mereka oknum LSM bersama 3 orang temannya meminta uang sebesar 50 juta dengan alasan akan dilaporkan karna dianggap melakukan pelanggaran oleh oknum LSM tersebut.

“Kata Suradi  saya tidak memenuhi permintaan oknum LSM tersebut karena jelas saya tidak punya uang sebesar itu, dan menurutnya jika saya tidak memberikan saya akan dinaikkan di media,” ungkapnya.

“Karena tidak kami penuhi, kami diberitakan melalui media on line,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya,Aksi Pemerasan kembali terjadi di Kabupaten Bone, kali ini korbannya merupakan Seorang pengecer pupuk subsidi bernama Darwis, warga Desa Pude, Kecamatan Kajuara.

Baca juga:  Ratusan Massa PMII Bone Demo Kantor DPRD dan Pemda Bone, Ini Tuntutannya.

Dia mengaku menjadi korban pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bersama rekan-rekannya.

Ia pun menceritakan bahwa sekitar sepekan lalu, ia didatangi oleh sekitar lima orang yang mengaku dari LSM.

“Mereka datang menggunakan mobil ke rumahnya dan mempersoalkan penjualan pupuk subsidi yang ditemukan di kios.” Ucapnya,Senin 2/6/2025.

Selain itu oknum LSM tersebut menuding bahwa pupuk subsidi tersebut harus dijual secara paket dengan jenis pupuk lainnya.

“Salah satu dari mereka mengancam akan memviralkan dan melaporkan saya ke aparat penegak hukum (APH) jika tidak memberikan uang sebesar Rp10 juta.” Tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *