LISTINGNUSANTARA.COM,BONE -Video viral dengan durasi 1,35 menit yang menampilkan perkelahian antara remaja perempuan di pelataran parkir Terminal Petta Ponggawae, Kabupaten Bone berakhir dengan damai, Kamis (25/7/2024) malam.
Kejadian yang viral di media sosial Instagram pada Rabu (24/7/2024) ini melibatkan remaja perempuan berusia 13 hingga 17 tahun yang masing-masing berinisial RA (13),AA (14),HM (17),AI (15),dab AR (15).
Meskipun tidak ada laporan resmi yang diajukan ke Polres Bone, pihak kepolisian tetap mengambil langkah persuasif untuk menangani kasus ini.
Plt Kasi Humas Polres Bone Iptu Rayendra , menjelaskan,Proses mediasi yang berlangsung di SPKT Polres Bone dimulai pukul 19.40 WITA dan dihadiri oleh AIPDA A.Ashar, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bulu Tempe AIPDA Ulpiadi, orang tua dari dua remaja yang terlibat, serta keenam remaja yang bertikai.
“Kami memandang penting untuk menindaklanjuti kasus-kasus yang viral di media sosial, meskipun belum ada laporan resmi. Ini bagian dari upaya preventif kami untuk mencegah eskalasi konflik di masyarakat.” Jelasnya.
Selain itu,Iptu Rayendra Muchtar menjelaskan kronologis kejadian berawal pada hari selasa tanggal 23 Juli 2024 sekitar pukul 16.50 Wita Pep.RA (13) berboncengan dengan Perp.AA (14) .dengan maksud untuk bertemu dengan Perp.HM (17) dikarenakan Perp.HM pernah menantang Perp.RA untuk berkelahi, setelah bertemu kemudian terjadilah perkelahian antara RA dengan HM..
“Sekitar pukul 17.10 Wita Merasa di Permainkan oleh Perp.AA Kemudian Perp.RA memanggil temannya a.n Perp. AR (17), Perp. RA,, Perp. AI (15) dan kemudian langsung menganiaya Perp.AA . yang sementara duduk di Motornya yang mengakibatkan Perp.AA terjatuh dari motornya yang mengakibatkan lebam pada bagian kepala belakang,” Jelasnya.
Setelah proses mediasi, kedua belah pihak beserta orang tua mereka sepakat untuk berdamai dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan tanpa proses hukum.
“Para remaja juga membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan mereka dan diserahkan kepada orang tua masing-masing untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.” Tambahnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan persuasif ini terbukti efektif dan kami mengapresiasi kesediaan semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini secara damai.
“Ini menjadi pelajaran berharga bagi para remaja dan orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka.” pungkasnya.
Pertemuan mediasi berakhir pada pukul 20.25 WITA dengan situasi yang aman. Pihak kepolisian berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan pergaulan dan perilaku remaja, serta pentingnya penyelesaian konflik secara damai.








