LISTINGNUSANTARA.COM,BONE_Forum Bersama (FORBES) Anti Narkoba Bone melakukan audiensi dengan Kapolres Bone, dengan tema “Jangan biarkan generasi ini hilang dalam gelapnya narkoba.” Di Mapolres Bone, jl. Yos Sudarso, Senin,02/06/2025.
Kehadiran FORBES di Mapolres Bone bukan sekadar membawa data dan tuntutan, tapi membawa harapan.
“Harapan bahwa masih ada waktu untuk menyelamatkan anak-anak kita, pelajar, mahasiswa, pemuda desa—mereka yang hari ini mulai disentuh oleh bayang-bayang gelap narkoba.” Ungkap, Dr. Andi Singkeru Rukka, Ketua Forbes Anti Narkoba Bone.
Lebih lanjut dalam audiensi tersebut, Forbes Bone menggambarkan situasi yang makin memprihatinkan. Peredaran narkoba kini bukan hanya di kota atau pusat keramaian. Ia telah merambah hingga ke pelosok desa. Telah masuk ke ruang-ruang sekolah. Telah menyentuh mereka yang usianya masih belia.
“Kadang kita merasa aman, karena yang tertangkap bukan anak kita. Tapi percayalah, narkoba sudah terlalu dekat. Jika kita tidak bergerak sekarang, bisa jadi esok anak itu adalah anak kita sendiri.” Tambahnya.
Dalam pertemuan itu, FORBES meminta pengakuan sebagai mitra strategis bagi kepolisian. Bukan untuk sekadar diundang saat kampanye, tetapi untuk benar-benar dilibatkan dalam strategi pencegahan, edukasi, dan rehabilitasi.
“Kami bukan lembaga besar. Tapi kami punya hati, tenaga, dan jaringan. Kami hadir di tengah masyarakat yang seringkali tidak dijangkau aparat. Jangan sia-siakan kepercayaan masyarakat kepada kami.” Tegasnya.
Pentingnya Pendekatan Kemanusiaan: Rehabilitasi dan Reintegrasi
FORBES juga menekankan bahwa banyak pengguna narkoba bukanlah kriminal, tapi korban. Korban dari lingkungan, tekanan, dan kurangnya informasi. Mereka butuh dibimbing, bukan hanya dipenjara.
“Rehabilitasi bukan berarti membiarkan kejahatan. Itu adalah upaya menyelamatkan manusia. Kami ingin membantu polisi mengubah pendekatan dari sekadar represif menjadi juga memulihkan. Karena setiap orang layak diberi kesempatan kedua.” Tungkasnya.
Dalam audiens tersebut Forbes Anti Narkoba Bone bersama Polres Bone juga menghasilkan sejumlah gagasan konkret: pelatihan relawan, penyusunan kurikulum edukasi berbasis lokal, penyuluhan publik lintas desa, hingga gerakan “Penyelamatan Generasi” yang akan digelar secara berkelanjutan di seluruh wilayah Bone.
FORBES mengusulkan dibentuknya Tim Koordinasi Bersama dengan Polres Bone, agar kerja kolaboratif ini tidak berakhir di ruangan audiensi, tetapi menjadi gerakan nyata di lapangan.








