BONE  

Arena Sabung Ayam di Bone Diduga Dilindungi APH, PMII Bone Minta Kapolres Tegas,Jangan Cuma Hukum Tajam Masyarakat Kecil

LISTINGNUSANTARA.COM,Bone_Aktivitas judi sabung Ayam di Kabupaten Bone Provinsi Sul-Sel kembali menjadi buah bibir kalangan masyarakat.

Setidaknya bulan Juli kemarin ada 2 wilayah yang ditemukan menjadi tempat arena perjudian sabung ayam yakni di Desa Sadar Kecamatan Tellu Limpoe dan Ellu’e, Kelurahan Mattirowalie Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone.

Meski berada ditengah Kota dan bahkan tidak jauh dari Kantor Polres Bone,Arena sabung ayam tersebut tidak pernah tersentuh oleh pihak kepolisian dan diduga kuat ada oknum APH yang melindungi.

“Itu aneh Bin Ajaib, Kok bisa yah keberadaannya tidak diketahui padahal ini tengah kota,apalagi beroperasinya diketahui cukup lumayan lama” Ucap Zulkifli, (Jumat,1/08/2025).

Ketua PMII Cabang Bone ini menduga bahwa arena sabung ayam yang dibone memang sengaja dilindungi oleh oknum Aparat Penegak Hukum (APH) dan berharap kapolres Bone bertindak tegas.

Baca juga:  Buka Bersama Jurnalis, Pj Bupati Sebut Media Mitra Strategis Pemerintah

“Jika memang ada Oknum APH yang terlibat, Harusnya Kapolres juga memberikan sanksi tegas, jangan cuma hukum tajam kemasyarakat kecil,apalagi ini ditengah kota kami bisa menduga bahwa memang ada oknum yang terlibat” Harapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya,Mencuat dan viral pembuatan gelanggang baru di desa Sadar kecamatan Tellu Limpo’e,kali ini aktivitas sabung ayam berada ditengah kota Watampone.

“Lokasinya di Ellu’e tidak jauh dari rumah sakit hafsah bone, dan lokasi disitu sudah cukup lama.” Ucap narasumber yang berinisial Yc kepada Listingnusanta.com, Rabu,30/07/2025.

Menurut sumber, aktivitas sabung ayam diwilayah itu di jadwalkan setiap hari sabtu dan minggu dengan taruhan yang bervariasi dan pesertanya lintas kabupaten.

Baca juga:  Jadi Payung Pelaksanaan Tahapan Pilkada,KPU Bone Sosialisasikan PKPU Nomor 8 Tahun 2024

“jadwalnya hari sabtu dan minggu, pesertannya dari berbagai kabupaten, dan jika padat, seperti Hari raya lebaran pemilik membuka 2 gelanggang yang jadwalnya bisa mulai siang hari sampai Subuh dan bahkan bulan ini ada pertandingan besar, Ayam dari Kendari Vs Bone dengan taruhan mencapai 53 Juta .” Ungkapnya.

Dari setiap pertandingannya pemilik gelanggang yang diketahui berinisial CC menerapkan biaya 10 % dari taruhan.

“Jadi setiap yang ikut taruhan dikenakan biaya 10 % , contohnya, taruhannya 53 juta jadi yang punya ayam wajib dulu membayar 5,3 juta untuk biaya Air (Gelanggang) sebelum di lakukan pertarungan.”Jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa, lokasi tersebut tidak pernah diributkan karena semua terlibat termasusk ada oknum.

Baca juga:  Laga Tarkam Di Bone Kembali Ricuh, Kepemimpinan Wasit Jadi Penyebab

“Ada oknum, makanya disitu aman-aman saja.”tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *