LISTINGNUSANTARA.COM,Bone_Kapolres Bone AKBP Sugeng Setio Budhi menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik perjudian dalam bentuk apa pun dan berjanji akan menindak tegas anggota jika terlibat dalam praktik sabung ayam.
“Jika ditemukan adanya keterlibatan oknum, khususnya dari anggota Polri, dalam praktik perjudian, kami tidak akan segan-segan menindak tegas sesuai dengan aturan hukum dan kode etik yang berlaku,Tidak ada toleransi bagi pelanggaran hukum, siapa pun pelakunya.” Ucapnya,Jumat,(01/07/2025).
Aktivitas sabung ayam di Kabupaten Bone, Sulawesi-Selatan, menjadi sorotan publik lantaran ada oknum polisi yang diduga kuat melindungi aktivitas itu.
Setelah viral dipemberitaan Personel gabungan yang terdiri dari Unit Resmob Sat Reskrim, Unit Opsnal Sat Intelkam, dan Timsus Polsek Tanete Riattang,melakukan pembongkaran dan penutupan terhadap lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat praktik judi sabung ayam.bertempat di Ellue, Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Walannae, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.Pada hari Kamis, tanggal 31 Juli 2025, sekitar pukul 15.30 WITA,Kemarin.
Personel gabungan tersebut yang dipimpin langsung oleh IPDA NASRUM, didampingi oleh AIPTU TAHIR dan AIPDA A. ASHAR segera melakukan pembongkaran terhadap fasilitas yang digunakan dalam praktik judi sabung ayam.
“Beberapa peralatan yang ditemukan dan diduga kuat digunakan dalam aktivitas perjudian, seperti arena sabung ayam, pagar pembatas, dan kandang ayam, langsung dimusnahkan di tempat.” Ucap, Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra (Jumat, 01/08/2025).
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Mencuat dan viral pembuatan gelanggang baru di desa Sadar kecamatan Tellu Limpo’e,kali ini aktivitas sabung ayam berada ditengah kota Watampone.
“Lokasinya di Ellu’e tidak jauh dari rumah sakit hafsah bone, dan lokasi disitu sudah cukup lama.” Ucap narasumber yang berinisial Yc kepada Listingnusanta.com, Rabu,30/07/2025.
Menurut sumber, aktivitas sabung ayam diwilayah itu di jadwalkan setiap hari sabtu dan minggu dengan taruhan yang bervariasi dan pesertanya lintas kabupaten.
“jadwalnya hari sabtu dan minggu, pesertannya dari berbagai kabupaten, dan jika padat, seperti Hari raya lebaran pemilik membuka 2 gelanggang yang jadwalnya bisa mulai siang hari sampai Subuh dan bahkan bulan ini ada pertandingan besar, Ayam dari Kendari Vs Bone dengan taruhan mencapai 53 Juta .” Ungkapnya.
Dari setiap pertandingannya pemilik gelanggang yang diketahui berinisial CC menerapkan biaya 10 % dari taruhan.
“Jadi setiap yang ikut taruhan dikenakan biaya 10 % , contohnya, taruhannya 53 juta jadi yang punya ayam wajib dulu membayar 5,3 juta untuk biaya Air (Gelanggang) sebelum di lakukan pertarungan.”Jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa, lokasi tersebut tidak pernah diributkan karena semua terlibat termasusk ada oknum.
“Ada oknum, makanya disitu aman-aman saja.”tutupnya.








