LOKAL, NEWS  

Pemilik Lahan Ternak Lele Mengaku Buang Limbah Ke Sungai Saat Tengah Malam

Saluran air limbah yang menuju kesungai

LISTINGNUSANTARA.COM, BONE_Warga Cabalu, Kelurahan Mattiro walie Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone mengeluhkan adanya limbah ternak ikan lele yang mencemari sungai cabalu.

Padahal air sungai tersebut merupakan satu-satunya sumber mata air yang digunakan warga cabalu setiap hari, seperti memasak, mencuci, mandi dan lain lainnya.

Meski berbau sekalipun warga tetap pergunakan air tersebut seperti biasanya, bahkan dari pengakuan warga sudah pernah mengadu salah satu anggota DPRD Bone namun tidak ada hasil, Lantaran Ternak Ikan Lele tersebut milik salah satu Kepala Dinas (Kadis) di Bone.

Tempat penampungan limbah ternak lele.

Salah satu warga setempat Awal mengalami gatal-gatal akibat air yang ia mandi tidak sehat alias telah tercemar limbah ternak ikan lele tersebut.

Baca juga:  Bahas Transparansi Anggaran Penanganan Covid, Pemkab Sinjai Rapat Bersama BPK

“Iye memang bau ainya sungai, kadang juga gatal gatal dirasa kalau sudah mandi, tapi mau di apa ini saja sumber air disini,” terangnya.

Awal berharap agar ternak lele itu di tutup agar tidak ada lagi pencemaran sungai dan bau menyengat yang selama ini dikeluhkan warga.

“Pernah juga beberapa warga mau protes ini ke kelurahan dan ke kantor DPRD namun aksinya di tahan dulu karena pernah ada DPR yang akan menindak lanjuti hal ini, Kami juga sangat berharap agar ternak lele ini ditutup karena baunya sudah mengganggu dan limbahnya mencemari sungai.” Pungkasnya.

Pemilik lahan ternak lele Imam mengatakan bahwa tidak ada keluhan  masyarakat soal keberadaan ternak tersebut.

Baca juga:  Gunakan Anggaran Dana Desa Ratusan Juta, Proyek Jalan Tani Di Barebbo Dikerjakan Asal-Asalan

“Saya sudah hubungi pak lurah namun tidak ada laporan dan keluhan masyarakat soal ternak lele ini.” Ucapnya Via Whattapp, Minggu 18/9/2022.

Selanjutnya Ia menambahkan bahwa tidak melakukan pencemaran dan sudah melakukan mekanisme dengan menampung air limbahnya terlebih dahulu sebelum di buang kesungai.

“Sebenarnya tidak ada pencemaran kami lakukan ,limbahnya saya buang kesungai ketika penampungannya sudah penuh dan itupun dilakukan pembuangan hanya malam hari bukan setiap hari.” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *