LISTINGNUSANTARA.COM,Bone_Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bone angkat bicara terkait dugaan tindakan oknum dosen Universitas Muhammadiyah Bone yang melarang mahasiswa baru mengikuti organisasi ekstra kampus.
Larangan itu disampaikan kepada mahasiswa baru melalui sebuah pesan singkat (chat) yang kini beredar luas di kalangan mahasiswa. Isi pesan tersebut menegaskan agar mahasiswa tidak masuk dalam organisasi ekstra kampus, termasuk PMII. Hal ini kemudian memicu keresahan dan mendapat kecaman dari berbagai pihak.
Dalam pernyataannya, Ketua Cabang PMII Bone menegaskan bahwa larangan tersebut merupakan bentuk pembatasan kebebasan mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri. Ia menilai, keberadaan organisasi ekstra justru menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, memperluas jaringan, serta meningkatkan kemampuan kritis dan sosial.
“Mahasiswa seharusnya diberi ruang seluas-luasnya untuk memilih dan berproses di organisasi. Melarang mereka hanya akan merugikan perkembangan intelektual dan demokrasi di kampus,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua PMII Bone menyampaikan bahwa organisasi ekstra, termasuk PMII, tidak hanya bergerak di ranah diskusi akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal ini menurutnya sejalan dengan tujuan pendidikan tinggi, yakni mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Ia pun mengajak seluruh pihak kampus untuk membuka ruang dialog, bukan membatasi pilihan mahasiswa. PMII Bone menyatakan siap bekerja sama dengan pihak universitas dalam membimbing mahasiswa agar tetap aktif berorganisasi dengan cara yang sehat, produktif, dan sesuai dengan nilai-nilai akademik.








