LISTINGNUSANTARA.COM,Bone_Berbagai upaya keseriusan pemerintah Kabupaten Bone untuk mengantisipasi permasalahan BBM Bersubsidi terus dilakukan dengan membentuk Satgas pengendalian dan Penertiban BBM Bersubsidi merah putih.
Namun keberadaan satgas BBM di sejumlah SPBU nampaknya dipandang sebelah mata dan tidak berdampak kepada oknum mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar.
Setelah dilakukan Investigasi beberapa Antrean Jerigen,mobil truk dan mobil Panter yang ikut dalam antri di sejumlah SPBU di Kabupaten Bone pengepul yang Berinisial Andi W dan AnD untuk menyuplai kebutuhan PT. Katana Global untuk dijual harga industri dengan tujuan perusahaan Morowali.
Praktik tersebut diduga sudah berjalan 4 tahun tanpa tersentuh Aparat Penegak Hukum (APH) ini beroperasi dengan modus mengumpulkan solar dari nelayan Bajoe dan sopir truk tangki rakitan, untuk kemudian dikirim ke Wajo dan dijual ke Morowali.
Salah seorang warga yang pernah ikut melangsir BBM bersubsidi jenis solar mengatakan bahwa Andi W dan AnD diduga memainkan peran sebagai pengepul dan pengendali utama. Solar subsidi dikumpulkan dari beberapa nelayan yang berdomisili di Bajoe. Selain itu, ia juga diduga menampung dari sopir-sopir truk
“ Itu Andi W dan An D pemain lama, dia pengendalinya. Dia ambil solar dari nelayan Bajoe. Nelayan dapat jatah subsidi, tapi dijual ke dia. Ada juga dari sopir-sopir truk yang tangkinya sudah dimodifikasi,” Kata SA, Sabtu (18/09/2026)
Selain itu, ia menambahkan BBM solar yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan dua mobil andalannya Grandmax warna silver dengan muatan 78 jerigen. Dan mobil Panther warna hitam muatan 50 jerigen dengan total 128 jerigen sekali jalan.
“Jika satu jerigen rata-rata berkapasitas 32 liter, maka sekali kirim Andi W diduga membawa kurang lebih 1,6 Ton lebih solar subsidi, untuk di jual keluar Bone “ Tambahnya.
Rute yang dilalui juga sudah terpetakan. Dari Bone, solar subsidi tersebut diantar ke penampung besar ini salah BB di wilayah Wajo.
“Selanjutnya BBM subsidi tersebut diantar ke pengumpul BB di daerah Wajo yang merupakan pemain besar yang menggunakan tangki industri diduga ilegal bermerek PT Katana Global Selanjutnya BBM tersebut dijual di Morowali dengan harga industri,” Tuturnya.
Bahkan, intensitas pengiriman bukan sekali seminggu, melainkan hampir tiap hari.
“Tiap hari itu mengantar solar subsidi. Kadang 5 ton ke daerah Wajo ke penampungan BB. Bayangkan bos, 5 ton tiap hari dikali 4 tahun, berapa negara dirugikan kemudian untungnya Dia berapa?” tegasnya.
Seorang sopir truk yang pernah terlibat dalam lingkaran tersebut juga membenarkan.
“Betul bos, saya pernah juga kasih barang itu Andi W dengan harga ya lumayan. Kalau Grandmax dan Panther itu memang yang selalu jemput kalau ada solar,” jelasnya.








