LOKAL  

Pantau Pembangunan Masjid tafaddal, Bupati Bone Harap Bisa Jadi Pusat Ibadah

LISTINGNUSANTARA.COM,BONE – Progres pembangunan Masjid Tafaddal saat ini telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung pada Agustus 2023 mendatang.

Diketahui Masjid tersebut terletak di Jalan Beringin Dalam (Tanah Bangakalae) Kompleks Pasar Lama, peletakan batu pertama telah dilakukan pada Jum’at (28/10/2022) lalu.

“Progres pembangunannya saat ini mencapai 70 persen dan ditargetkan akan selesai paling lambat bulan Agustus 2023 mendatang,” kata ketua panitia pembangunan Masjid, Andi Sumardi Suaib saat mengecek progres pembangunan Masjid Tafaddal bersama Bupati Bone, Andi Fahsar dan Kadis Perkimtan Bone, Budiono, Senin (3/7/2023).

Hingga saat ini, pembangunan masjid ini memakan biaya kurang lebih Rp.1,7 miliar.

“Ini merupakan kado terindah Bupati Bone di akhir masa jabatannya,” kata Andi Sumardi yang juga kepala Kesbangpol Kabupaten Bone ini.

Baca juga:  Polemik Rumah Sakit Hafsah Bone,Dinas Ketenagakerjaan Bone Angkat Bicara,Himbau Segera Berikan Hak Kepegawai

Dia menerangkan bahwa masjid ini bebentuk menyerupai bangunan Kabbah (kiblat ummat muslim) yang ada di Makkah.

“Kita bangun di wilayah ini untuk membangun keharmonisan dan moderasi beragama, sehingga kunjungan ke sini, ada orang Tionghoa, dan non muslim lain. Orientasi pembangunannya yakni moderasi beragama,” ujarnya.

Ia berharap mudah-mudahan tempat ini bisa menjadi tempat merajut silaturahmi antar ummat beragama dan antar masyarakat.

“Karena diketahui bahwa wilayah tersebut banyak dihuni non muslim dan dulunya wilayah ini daerah rawan konflik,” ungkapnya.

“Penggagas (Bupati Bone) berharap panitia bisa bekerja semaksimal mungkin agar masjid ini bisa rampung sesuai target,” tambahnya.

Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi berharap masjid ini menjadi tempat untuk beribadah ummat islam yang mana di sekitarnya banyak warung kopi dan lalu lalang perdagangan di Kabupaten Bone.

Baca juga:  Program Keagamaan Andi Seto Asapa Dianggap Sukses di Sinjai, Begini Kata Tokoh Agama

“Bila waktu sholat tiba, mereka (orang di sekitar) tidak jauh-jauh lagi ke masjid,” imbuhnya.

“Warga sekitar juga bisa menjadikan masjid ini pusat kegiatan-kegiatan yang bernilai ibadah dan menjalin silaturahmi ke sesama warga baik muslim maupun non muslim,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *