HUKRIM  

Gegara Retribusi, Petugas Dishub Bone Tikam Sopir Truck

Ilustrasi Penikaman.

LISTINGNUSANTARA.COM, Bone_ Petugas Tempat Penarikan Retribusi (TPR) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bone Pos Pompanua Suradi (40) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian Polres Wajo lantaran menikam sopir truck yang berinisial HD asal Kabupaten Sidrap di Cempa Desa Pallawarukka,Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo.Senin (13/02/2023) dini hari.

Kapolsek Pammana Iptu H Patidanu, S.H kepada awak media mengatakan oknum dishub Bone tersebut diamankan bersama anaknya lantaran menikam sopir karena tidak membayar retribusi.

“Pelaku ini menikam korban menggunakan sebilah badik sebanyak dua kali,dan panaknya AD(20) memukul korban menggunakan besi sebanyak empat kali,” Ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan permasalahan ini bermula saat sopir melintasi pos Perhubungan Dikecamatan Ajangngale Kab. Bone dengan menggunakan truk yang bermuatan gabah tiba-tiba muncul pelaku dan berteriak agar korban singgah membayar retribusi jalan.

Baca juga:  Akui Sebagai Pemilik,Sopir Dan Kernet Pengangkut Solar Ilegal Ditetapkan Sebagai Tersangka

“Namun korban tidak singgah melainkan korban juga membalas teriakan pelaku sehingga pelaku SU (40) dan AD(20) mengejar korban menggunakan sepeda motor,Setelah itu kedua pelaku berhasil menghadang korban dan langsung menikam korban menggunakan sebilah badik.”Tambahnya.

saat ini kedua pelaku sudah diamankan di Polsek guna penyelidikan Lebih Lanjut, dan pelaku terancam Pasal 351 Sub 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Sementara Pelaksanaan Tugas (Plt) Kadishub Bone Andi Muhammad Ikbal mengatakan, tindakan yang dilakukan anggotanya merupakan pelanggaran hukum dan tak ada aturan pegawai Dishub melakukan pengejaran terhadap pengemudi.

“Pertama, anggota ini mengejar memang sudah tidak diperbolehkan. Kemudian aksi penyerangan itu merupakan tindakan pribadi,” ungkapnya.

Baca juga:  Polres Bone Berhasil Ungkap Peredaran Narkoba Antar Provinsi, Barang Bukti 2 Kg Sabu dan 4.500 Butir Pil Ekstasi

Andi Muhammad Ikbal mengatakan, terkait dengan proses hukum. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Meski kata dia, ada upaya diselesaikan secara kekeluargaan. Namun dirinya menyerahkan proses tersebut secara kekeluargaan.

“Kalaupun mau silahkan, kami juga berharap bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” tutupnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *