LOKAL  

Jalanan Rusak Salah Satu Alasan PAD Sektor Parawisata Belum Optimal

LISTINGNUSANTARA.COM,BONE–Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Andi Promal Pawi menyebut bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus ditopang dari infrastruktur karena PAD dari pariwisata tergolong masih belum optimal.

Dia menuturkan saat ini memang pihaknya tengah fokus mengupayakan berbagai hal agar mampu mendongkrak PAD sektor dari pariwisata,seperti perbaikan dermaga, Water Boom, dan beberapa infrastruktur di dalamnya.

“Tetapi infrastruktur ke sana juga perlu diperbaiki, utamanya jalan makanya kita butuh kolaborasi dengan dinas BMCKTR, dan Dinas Perhubungan untuk petunjuk jalannya menuju ke sana,” katanya.

Lebih lanjut ia juga mengatakan dalam penataan sektor pariwisata memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, sebab banyak unsur dan lini yang mesti dibenahi

Baca juga:  PGRI Bontotiro Bulukumba Gelar Konferensi Kerja, Aspirasi Tenaga Pendidik Pusat Pembahasan

“Karena kan, Tanjung Pallette ini ikon pariwisata Bone, makanya perlu kolaborasi untuk melakukan pembenahan,” ujarnya.

Kemudian untuk tahun ini pihaknya ditargetkan mampu meraup PAD kurang lebih Rp 600 juta dan itu memang menjadi target pertahun, tetapi masih suasana Covid sehingga tempat tersebut sempat tutup.

“Alhasil sekarang secara keseluruhan kita baru mencapai target 30 persen. Kita berharap semoga akhir tahun ini bisa mencapai 50 persen,” ungkapnya.

Sementara menanggapi hal demekian, Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi mengatakan untuk mendongkrak kinerja sektor pariwisata pihaknya telah mengusulkan perda inisiatif terkait hal tersebut.

Pengajuan Rancangan Peraruran Daerah (Ranperda) ini atas perintah UU Nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan yang mewajibkan pemerintah daerah untuk menyusun rencana induk pembangunan kepariwisataan.

Baca juga:  Penimbun Solar Bersubsidi di Bone Marak dan Diduga Dibekingi Oknum APH

“Tujuannya untuk meningkatkan pembangunan sektor kepariwisataan yang lebih maju dan berkembang, dan ketika hal itu disepakati maka sudah ada yang menjadi patokan untuk pengembangan pariwisata,”pungkasnya. Minggu(14/11/2022).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *