LOKAL  

Tanggapi Penerima BLT DD Sugiale Bone Diganti Terkesan Dipaksakan, Sekcam: Sudah Diselesaikan Semua Sepakat Diganti

LISTINGNUSANTARA.COM,– Soal Sejumlah Penerima BLT DD Sugiale Kecamatan Barebbo terkesan dipaksakan diganti menimbulkan banyak tanda tanya.

Pasalnya dari keterangan Pemerintah Desa Sugiale hingga Pemerintah Kecamatan Barebbo mengatakan masalah tersebut sudah selesai dan tidak ada yang keberatan diganti menjadi penerima BLT DD

“Tim pemeriksa sudah turun dilapangan namun setelah di tanya seluruh penerima yang di ganti tidak ada yang keberatan, sehingga kami sebagai tim verifikasi dana Bansos menganggap masalah ini sudah selesai”. Ucap Sekcam Barebbo A.Ilham Patawari pada Listingnusantara.com Rabu, 15/12/2021

Selain itu A. Ilham membenarnkan hal yang dilakukan Pemerintah Desa Sugiale telah benar dan sesuai dengan prosedural penyaluran Bantuan BLT DD, pernyataan ini bertentangan dengan pernyataan Kepala Dinas PMD Bone.

“Iya, musyawarah sudah dilakukan sebelumnya pemerintah setempat untuk mengganti penerima, memang tidak dihadirkan penerima namun kami menganggap itu sudah di musyawarahkan dan tidak menyalahi prosedur yang ada”.kuncinya

Masyarakat yang digantikan sebagai penerima tersebut justru mengatakan tidak pernah sepakat untuk digantikan, mereka melakukan tanda tangan karena diminta kepala dusun dan tidak mengerti maksud surat tersebut, karena sebelumnya tidak pernah diberitahukan untuk digantikan apalagi dijelaskan maksud surat tersebut

Baca juga:  Tanggapi Keluhan Warga Soal Pelayanan, Begini Kata Pihak Rs Hapsah Bone

Salah seorang penerima yang diganti itu Sudirman, yang didatangi Kepala Dusun setempat itu menceritakan keronologi penanda tanganan surat pernyataan yang tidak dipahami oleh masyarakat penerima BLT DD itu,

“Tidak pernahka sepakat untuk digantikan, tapi kalau Pemerintah Desa mauka naganti apa boleh buat, Itu kemarin Pak Dusun datang kerumah Malam pukul 21.00 Lewat, sementara tudurka dikasi bangunka karena adai bawa surat, saya tanyai ini surat apa ? dia bilang BLT bgitu saja jadi saya tanda tangan, besoknya mi setelah saya tau yang lain yang dibawakan juga cerita baru saya tau kalau surat pemunduran diri” Kata Sudriman

Seblumnya, Kepala Dinas PMD Bone A. Gunadil Ukra menaggapi, kisruh polemik pergantian penerima BLT DD yang dinilai menyalahi aturan harusnya kata dia dilakukan musyawarah dengan penerima terlebih dahulu agar tidak menimbulkan masalah.

Baca juga:  Hadiri Pengambilan Sumpah PAW Ketua DPRD Sinjai, Bupati ASA Ucapkan: Selamat, Semoga Mampu Memegang Teguh Sumpah dan Janji

“Tidak boleh langsung mengganti penerima BLT DD tanpa adanya musyawarah dan pemberitahuan terlebih dahulu kepada penerima dan itu sudah ada syarat dan ketentuannya”. Tegas Gunadil

Namun kenyataan, Pemerintah Desa yakni Kepala Dusun setempat mendatangi rumah penerima BLT DD untuk disuruh tanda tangan surat pernyataan memundurkan diri dengan surat bermatrei yang disediakan oleh pihak pemerintah desa.

Menjawab hal tersebut A Gunadil melanjutkan, Pergantian penerima BLT DD sebaiknya melakukan musyawarah dengan penerima agar tidak terkesan dipaksakan.

“Jangan sampai mengganti penerima dengan cara dipaksakan itu tidak boleh, apalagi mendatangi langsung dirumah penerima tanpa adanya pemberitahuan dan juga langsung menyuruh menandatangani itu sudah terlihat sangat dipaksakan”. Tuturnya.

Diketahui, Satu hari sebelum penyaluran bantuan BLT DD Desa Sugiale Kecamatan Barebbo, Yakni 6/12/2021 Pukul 21.00 Wita, Kepala Dusun berdasarkan intruksi Pemerintah Desa setempat mendatangi beberapa rumah Penerima BLT untuk dimintai tanda tangan surat pemunduran diri tanpa menjelaskan maksud surat tersebut.

Baca juga:  Di Fitnah Gegara "Masanro", Muh.Sabri Cakades Di Bone Akan Polisikan Warga

Beberapa masyarakat penerima BLT DD tersebut yang didatangi rumahnya yakni Naima, Bibiwin, Mustamin, Sudirman, dan Syamsu, namun ada yang bertanda tangan karena tidak memahami maksud surat, dan ada yang menolak karena merasa tindakan tersebut tidak benar

“Kalau mauki kasi keluarka kasi keluarma saja tidak mauka tanda tangan, itu saya bilang sama Kepala Dusun yang membawa surat malam itu” terang Syamsu

Senada disampaikan penerima lainnya yang digantikan itu Mustamin menyebutkan karena didatangi dan disuruh untuk tanda tangan makanya dia lakukan, namun tidak ada penjelasan sebelumnya maksud surat tersebut dari kepala dusun, hal tersebut bertentangan yang disampaikan kepala desa Sugiale

“Itu kemarin kan Pak Dusun datang dirumah, saya tanyai apa ini ? mau ditanda tangan? dia bilang iya, setelah itu saya tanda tangan, setelah selesai pergimi, tidak ada nabilang yang lain apalagi najelaskan, ternyata surat pemunduran diri pelena, tidak pernahka sepakat untuk diganti seperti nabilang Pemerintah Desa, tapi yah mau diapai” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *