Ketua Cabang Se-Sulawesi Selatan Angkat Bicara Terkait Aksi Blokade di Sekretariat PB PMII

LISTINGNUSANTARA.COM,- Beberapa oknum telah memblokade Sekretariat Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di Jakarta dini hari, Selasa (14/12/21).

Pemblokadean tersebut, mengatasnamakan perwakilan dari PKC dan Cabang yang ada di beberapa daerah Sultra dan Sulsel.

Hal itu direspon oleh ketua-ketua cabang Se-Sulsel melalui pertemuan Zoom Meeting Aplication, Kamis malam (16/12/2021).

Dari pertemuan tersebut, Muhammad Rafly Setiawan, Ketua Cabang PMII Palopo, dan Muhammad Nurwan Tifta, Ketua Cabang PMII Bone mengatakan, insiden yang dialami oleh Sekjen PB PMII merupakan tindakan yang fatal.

“Oknum yang mengatasnamakan PKC Sulsel dan Cabang Se-Sulsel adalah orang-orang yang tidak memahami konstitusi. Terlebih adanya insiden pemukulan memakai botol air minum, merupakan tindakan yang tidak mencerminkan sebagai kader PMII. Dan ini menandakan bahwa tujuannya salah, dan wajib hukumnya diberikan sanksi tegas”, kata Rafly dan Nurwan.

Baca juga:  Tindak Lanjuti Arahan Presiden Joko Widodo, Kapolres Bone Kumpulkan Seluruh Personel.

Selaku Ketua Cabang PMII Takalar dan Ketua Cabang PMII Makassar, Nur Alim Syarif dan Muh. Ilham menambahkan, apa yang diperbuat oleh oknum tersebut didasarkan pada kepentingan kelompoknya.

“Apa yang sedang terjadi adalah ulah sebagian oknum yang mengklaim dirinya dari Sulsel dan Sultra, karena tidak mau melihat PMII lebih baik. Oleh sebab itu, berbagai cara dilakukan untuk kepentingannya sendiri, jelas bahwa itu pelanggaran berat terhadap organisasi”, tambah Nur Alim dan Ilham.

Selain itu, Ketua Cabang PMII Bulukumba, Wahyudi, Ketua Cabang PMII Gowa, Urwah Rahmadi, dan Ketua Cabang PMII Soppeng, Nursakia menerangkan, kami sangat menyayangkan kejadian tersebut dan kami tidak ada instruksi kepada kader-kader untuk ikut dalam gerakan blokade di Jakarta.

Baca juga:  Anggota DPR, Masinton Sebut Dana Kasus Korupsi Minyak Goreng Buat Bayar Penundaan Pemilu 2024

“Sungguh sangat disayangkan. Dan kami menjamin dan memastikan bahwa kami tidak pernah menginstruksikan kepada seluruh kader-kader untuk pergi ke Jakarta”, terang Wahyudi, Urwah, dan Nursakia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Cabang PMII Luwu Utara, Alfian Afandi, dan Ketua Cabang PMII Wajo, Wawan menyampaikan, tindakan oknum-oknum tersebut adalah hal yang sungguh memalukan dan berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Jelas bahwa tindakan itu sungguh memalukan dan sangat merusak citra diri sebagai kader PMII. Saya mengharapkan oknum-oknum tersebut harus sadar diri bahwa telah mencoreng marwah organisasi, serta saya menginginkan kejadian serupa tidak terulang kembali”, harap Alfian dan Wawan.

Muh. Haider Idris, Ketua Cabang PMII Maros menjelaskan, amat penting solidaritas di tengah intimidasi yang melanda PB PMII 2021-2024.

Baca juga:  GPK Gelar Ramadhan Ceria, Ngabuburit Berkuda hingga Sedekah Ta'jil⁣

“Yang paling penting dilakukan adalah solidaritas sesama jajaran fungsionaris di struktural, bahwa hari ini kita berikrar satu komando di bawah kepemimpinan Muhammad Abdullah Syukri selaku Ketua Umum PB PMII. Dan kita jangan terpancing oleh gerakan-gerakan provokatif yang inkonstitusional sehingga menciderai organisasi”, jelasnya.

Turut memberi komentar, Ketua Cabang PMII Bantaeng, Andi Kurniawan, dan Ketua Cabang PMII Jeneponto, Muh. Taufiq, terkait dinamika yang terjadi dan tetap optimalkan kaderisasi.

“Agar tidak terulang kembali di kemudian hari, maka patut dioptimalisasikan kaderisasi, karena ini yang utama dilakukan, khusus lingkup Sulawesi Selatan. Tindakan pencegahan, akarnya adalah maksimalkan proses kaderisasi”, tutup Andi dan Taufiq.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *