LOKAL  

Duga Manipulasi Pembayaran Pasien Di RSUD Tenriawaru Bone, PMII Bone Sebut Tidak Manusiawi

LISTINGNUSANTARA.COM,BONE_Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone,menyoroti layanan dilakukan oleh pihak RSUD Tenriawaru Bone karena diduga memanipulasi rekap pembayaran pasien.

Ketua PC PMII Bone Muhammad Nurwan Tifta menyesalkan hal tersebut kejadian tersebut yang dinilai sangat tidak manusiawi.

“Pertanyaannya kemudian, rekap anggaran seperti apa 8.700.000 itu? Apa yang mendasari pihak RS menurunkan harga dari 8.700.000 ke 2.262.799?Tidak ada jaminan praktek setan ini hanya terjadi sekali atau dua kali, bagaimana dengan masyarakat awam yang tidak  terlalu tahu bahkan tidak berani membantah ketika ada kejanggalan,” tegasnya, Jumat (7/4/2023).

Lebih lanjut ia mengatakan oknum pihak RS akan semakin menjadi – jadi dan mungkin rutin melakukan praktek setan ini jika tidak ada protes seperti ini.

Baca juga:  Bangunan Jalan Persempit Fasilitas Publik Lapangan Sepak Bola di Bajoe, Warga Protes, Lurah: Harusnya Sudah Selesai

“Lantas untuk apa program pemerintah daerah biaya pengobatan gratis? Lantas untuk apa penghargaan UHC yang diterima Bupati Bone? Apakh hanya sekedar pencitraan namun di lapangan tidak sesuai yang dikerja bawahannya,” sesalnya.

Dia menambahkan,PMII meminta pelaku praktek setan seperti itu harus diberantas dan dinon aktifkan oleh pihak RS.

“Jangan diberi ruang untuk orang jahat dan tidak berperikemanusiaan,” tutupnya.

Sementara Humas RSUD Tenriawaru Bone, Andi Dedy Astaman Menyebutkan soal pembayaran yang diduga membengkak hingga kurang lebih Rp. 8 juta,ia mengakui bahwa adanya kelalaian dan kesalahan sistem di Aplikasi yang digunakan oleh RSUD Tenriawaru yang eror.

“Ada kelalai yg dilakulan teman kami dan pada saat itu pembayaran yang disampai sebesar Rp. 8 juta belum diterima karena baru sekedar penyampain biaya terhadap Pasien dan apa lagi pada saat itu mau buka puasa dan memang pada saat itu sistem juga sedang eror dan maintenance.”ungkapnya.

Baca juga:  Penyaluran Bansos di Sinjai Disinyalir Menyimpang, KPM Terima Tak Sesuai Pedum

Seperti yang diketahui sebelumnya,warga watang palakka Muh sulhan harus mengeluarkan dana kurang lebih Rp. 2 juta untuk biaya operasi ringan (Kuret) istrinya di RSUD Tenriawaru Bone.

“Jadi saya bayar itu Rp 2 juta lebih, karena saya dikasih bill,” Ungkapnya kepada Awak Media.

Sebelum membayar 2 Juta  itu  bahkan mempertanyakan Sistem administrasi RSUD Tenriawaru Bone yang menurutnya ganjal dan sempat dipertanyakan kepada operator RSUD dengan bayar membengkak hingga 8 juta rupiah.

“Awalnya pihak RSUD menyebut biayanya Rp 8.700.000. Bukan kali itu saja saya menjalani Kuret yang kedua kalinya. Kuret yang pertama saya bayar kurang lebih Rp. 1.900.000 Lantas kenapa kuret yang kedua ini meningkat tajam?” Ungkapnya.

Baca juga:  Sinjai Dapat DAK Rp.236,14 Miliar, Terbesar di Sulsel, Bupati ASA: Ini Bentuk Kepercayaan Pemerintah Pusat Terhadap Sinjai

Dia melanjutkan, saat dimintai pembayaran Rp 8.700.000 tersebut, dirinya mempertanyakan dan ingin melihat rekab administrasi tersebut, karena menurutnya janggal.

“Setelah saya mempertanyakan rekab, pihak kasir RSUD tidak mau memberi kemudian membuat rekab yang baru dengan rincian Rp 2.262.799. Nah, itu yang membuat saya bertanya-tanya, kenapa tiba-tiba diturunkan drastis setelah saya minta rekab,”Pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *