HUKRIM  

Kader PMII Dikeroyok Puluhan Orang Tak Dikenal Dikampusnya, Ketua PMII STIA Minta Polisi Tangkap Pelakunya

LISTINGNUSANTARA.COM, BONE– Seorang mahasiswa di keroyok puluhan orang tak di kenal di Halaman parkir kampus Stia Prima Bone, Kelurahan Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sabtu, (20 /11/2021) sekira pukul 13.10 Wita.

Korban diketahui bernama Irfan (20) mahasiswa Stia Prima Bone Semester 1 yang juga merupakan kader PMII Komisariat Stia Bone.

Mengetahui kadernya menjadi Korban Pengeroyokan Ketua PMII Komisariat Stia Prima Bone Muis Pamungkas angkat bicara dan berharap polisi profesional dalam menangani kasus ini.

“Berharap polisi profesional menangani kasus tersebut karena itu menyangkut dengan nyawa seseorang dan kami  berharap agar kepolisian segera melakukan langkah-langkah tepat agar tidak menimbulkan masalah baru lagi diluar kendali,” ungkapnya.

Baca juga:  Pengidap Gangguan Jiwa Parangi Warga Amali Hingga Tewas

Dia juga berharap agar seluruh kader PMII tidak gebabah dalam mengambil sikap karena sudah diserahkan kepihak kepolisian.

“Saya berharap kader PMII jangan terpancing dengan kejadian ini karena sudah dilimpahkan kepolisian untuk di proses namun jika dalam 2 x 24 jam pihak kepolisian tidak menangkap pelaku maka jangan salahkan jika ada hal yang buruk terjadi,” tegasnya.

Dari krologis kejadian para pelaku di duga berusaha dan terencana untuk menghilangkan nyawa terhadap korban.

Pelaku sebelumnya telah merencanakan dengan matang bersama teman-temannya dengan menunggu hari untuk mengeksekusi korban dengan menggunakan masker dengan jaket menutup kepala agar tidak di kenali.

“Kejadian begitu cepat, pas turun dari motor para pelaku langsung datang mendekat dan memukuli saya dan kemudian langsung pergi meninggalkan lokasi (Kampus), namun saya mengetahui beberapa dari pelaku karena merupakan mahasiswa kampus stia prima itu sendiri,” kata Irfan, (korban).

Baca juga:  Simpan Sabu Di Silikon HP, Wanita Asal Cina Diringkus Polisi

Dari beberapa hari ini korban selalu diteror dengan menggunakan nomor yang berbeda beda.

“Saya selalu diteror melalui chat, dan disuruh datang kesekretnya melawannya dan bahwa saya disuruh dia Bawah Badik,” tambah Irfan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *