Siswi SMP Di Bone Meninggal Setelah Diperkosa Ramai-Ramai

LISTINGNUSANTARA.COM,Bone_Siswa kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berusia 15 tahun meninggal dunia yang diduga menjadi korban pemerkosaan oleh teman sekolahnya,Kamis malam 16 Februari 2023.

Dari informasi yang dihimpun, korban merupakan warga Desa Ajallasse,Kecamatan Cenrana,Kabupaten Bone.

Namun korban dikabarkan meninggal dunia setelah dirawat RS M.Yasin Bone akibat depresi dan keluarga korban minta pihak kepolisian serius tangani kasus.

Pihak keluarga sudah mendatangi Polres Bone untuk melaporkan kasus tersebut, Sabtu 11 Februari lalu. Bahkan, sudah ada hasil visum dari RS. Namun, hingga sepekan, belum ada perkembangan dari kasus tersebut.

Warga Desa Ajallase Kecamatan Cenrana yang juga keluarga korban, Buce menuturkan keluhan awal korban yang disampaikan sakit kepala.

“Setelah itu, dibawah ke Puskesmas makanya diobati itu. Pas tiga hari di Puskesmas pulang tidak ada perubahan,” ungkapnya kepada watawan, Sabtu (18/2/2023).

Baca juga:  Tragis, Setelah Dirampok Pemilik Kios di Dua Boccoe Diserang Hingga Tewas

Ia mengatakan anak ini takut mengaku dan keluarganya curiga ada kelainan akhirnya diperiksa oleh keluarga.

“Dilihat kelaminnya ada kelainan. Tidak bisa duduk dan BAB, dan dia depresi berat, jadi ini diduga pelakunya bukan hanya satu orang tapi ramai-ramai,” katanya.

Saat dilakukan pemeriksaan oleh keluarga korban. Korban mengatakan pelakunya berjumlah kadang empat orang dan lima orang pelakunya.

“Akhinya pada hari Sabtu lalu saya bawa ke Polres untuk melapor, sampai di sana kita diminta bawa visum ke rumah sakit RS M Yasin, dan orang tuanya di BAP,” tuturnya.

Setelah dilakukan visum ia menjemput orang tua korban, namun saat ditemui polisi mengatakan kasus ini tidak bisa ditanggapi karena masih mengambang hasil BAP nya.

“Karena memang orangtuanya ini korban tidak terlalu pintar bicara sama polisi, karena baru juga menghadapi kasus begini. Hasil visumnya itu anus sama alat vitalnya hancur, jadi ini dicurigai dilakukan ramai-ramai,” katanya.

Baca juga:  Tanah Bergeser Akibat Hujan Deras, 12 Rumah Warga Di Bone Mengalami Kerusakan

Kata dia, akhirnya korban di RS M Yasin agar kondisinya membaik dan depresinya tidak terlalu berat lagi sehingga bisa dimintai keterangan. Karena kondisinya saat itu ketika ditanya jawabannya ngawur.

“Namun setelah di rawat selama lima hari korban meninggal, tepatnya Kamis Malam, dan dimakamkan setalah sholat Jumat kemarin,” katanya.

Kata dia, pihak keluarga korban berharap pihak kepolisian bisa bertindak tegas mengungkap kasus ini. Tetapi sampai sekarang belum ada aksi dari kepolisian dan pihak keluarga sudah ada bukti dalam bentuk rekaman suara berasal dari grup whatsapp milik korban.

“Artinya kalau untuk pelaporannya kami sudah melapor, tetapi polisi seperti tidak ada tanggapan sama sekali sampai sekarang. Saya akan temani lagi keluarga korban melapor Senin,” jelasnya.

Baca juga:  Bentrok Mahasiswa di IAIN Bone Pecah, Dua Sekretariat Ormawa Diserang

Kata dia, saat ini pihaknya memegang bukti yang berasal dari grup Whatsapp korban yang berisikan siswa di sekolah tersebut, ada yang kelepasan bilang dia pelakunya.

“Makanya kita minta polisi menindaklanjuti itu berdasarkan bukti-bukti tersebut, apa salahnya diambil keterangannya dulu sempat dari situ bisa dilakukan pengembangan,” tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Cenrana AKP Andi Muh.Siregar menuturkan bukan Polsek Cenrana yang menerima laporannya. Akan tetapi, kata dia, anggota Polsek Cenrana bersama keluarga korban ke Polres Bone untuk membuat laporan

“Karena korban di bawah umur dan unit PPA polres yg menangani kasus anak,” jelasnya.

Sementara itu, Paur Humas Polres Bone, Ipda Rayendra Muchtar, Sabtu, 18 Februari menuturkan, belum ada laporan polisi yang diterima SPKT terkait itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *