HUKRIM  

Terlibat Jual Beli Ijazah S1, Direktur PDAM Wae Manurung’e Bone Dan 12 Orang Lainya Ditahan di Lapas II Watampone

LISTINGJURNALIS.COM,BONE_Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menahan Direktur PDAM Wae Manurungnge Andi Sofyan Galigo bersama 12 orang lain dalam kasus jual beli ijazah termasuk Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lembaga Pendidikan Indonesia Kota Makassar dan sejumlah karyawan  PDAM Bone.

Para tersangka diketahuai masing-masing berinisial MA, RA, SA, AS, SU, BE, JU, AZ, AF, MA, YU, dan SA.

Penyerahan tanggungjawab tersangka dan barang bukti dari Penyidik kepada JPU (Tahap II) di laksanakan pada Kamis, 16 Maret 2022, di Kantor Kejaksaan Negeri Bone.

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Bone, Andi Hairil Akhmad, mengatakan, selain mengamankan para tersangka. Pihaknya juga menerima penyerahan tanggungjawab barang bukti berupa dokumen seperti Ijazah dan transkrip nilai.

Baca juga:  Korupsi 3,5 Miliar, Kejari Bone Tetapkan 2 Kontraktor Sebagai Tersangka.

“Di mana tiga belas tersangka di sangka melanggar pasal 93 Jo Pasal 28 ayat 7 Undang-Undang No. 12 tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana,” ungkapnya.

Lebih lanjut penyerahan tersangka dan barang bukti merupakan tindak lanjut dari hasil penyidikan oleh penyidik yang telah di nyatakan lengkap oleh JPU. JPU kata dia telah melakukan penelitian terhadap berkas perkara dan telah memenuhi syarat formil maupun materil. Sehingga JPU Kejari Bone tahan Direktur PDAM dan 12 orang sebagai tersangka.

“Adapun JPU Kejari Bone melakukan penahanan terhadap tiga belas tersangka selama 20 hari ke depan. Yang mana sebelumnya para tersangka tidak di tahan oleh Penyidik Polda Sulsel,” kata Hairil Ahmad.

Baca juga:  Depresi Akibat Masalah Keluarga, IRT di Sibulue Bone Tewas Gantung Diri

Kemudian akan di susun administrasi pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Bone untuk di sidangkan.

“Terhadap para tersangka dilakukan penahanan rutan karena telah memenuhi syarat subjektif dan objektif sebagaimana telah di atur dalam KUHAP. Di mana para tersangka di titipkan penahanannya di Lapas Kelas II Watampone,” tambahnya.

Di ketahui kasus ini bermula pada kurun waktu tahun 2014 sampai dengan tahun 2017 bertempat di STIM-LPI Makassar Jalan Bung No. 32 Kota Makassar dan/atau tempat lain yang berada di Wilayah hukum PN Makassar dan/atau Kantor PDAM Wae Manurung Jl. Gn. Wijaya No.12 Jappae, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan berdasarkan hasil penyidikan anggota Subdit IV Tipidter-Ditreskrimsus Polda Sulsel menemukan adanya dugaan tindak pidana menggunakan gelar akademik tanpa hak.

Baca juga:  Fakta Baru Terungkap, Saksi Yang Memberi Keterangan Dikasus Rudapaksa Di Bone,Dianiaya Sekelompok Pemuda

Mereka di sangka memperoleh ijazah Gelar Akademik Sarjana Manajemen dengan bantuan oknum pihak STIM-LPI tanpa melalui tahapan prosedur perkuliahan. Kemudian ijazah tersebut mereka gunakan dalam penyesuaian golongan/jabatan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *